• Percaya Diri Pulih Kembali Wajahnya yang merot akibat Hemifacial Spasm (HFS) membuat mentalnya down.
  • Profil Pembimbing Seorang ahli bedah saraf memiliki tanggung jawab sangat besar "secara fisik yang saya bedah memang otak, tapi....
  • Hemifacial Spasme ? Gejala spasme separuh wajah yang tidak bisa dikendalikan dan terus menerus...
  • Welcome to HFS Sakit dan sehat adalah rahmat dan pasti ada hikmah dibalik episode kehidupan kita, Penderita yang ...
  • Profil Dokter HFS Kami memahami dengan baik kebutuhan pelayanan bedah saraf secara personal dengan fasilitas kedokteran yang canggih dan ...
  • Buletin HFS 6/2012 Telah diterbitkan buletin edisi ke-6 2012 Hemifacial Spasm Indonesia

Jika Anda bertemu dengan seseorang yang matanya tiba-tiba berkedip sendiri. Jangan marah dulu, siapa tahu dia penderita hemifacial spasm.

Spasm bukanlah penyakit. Tak ada penyebab, tak ada obat dan bisa menyerang usia berapa saja.

Kesembuhannya hanya melalui jalan operasi. Tapi, penderita tak perlu takut. Menggunakan teknologi canggih, operasi bisa dilakukan dengan detil, dan memperkecil resiko. Hasilnya, penderita bisa terbebas dari keluhan spasm selamanya.

Hemifacial spasm (HFS) adalah kejang spontan di daerah wajah. “Awalnya kedutan di sebelah mata, lalu turun di pipi kiri, terus di sudut bibir seperti merot, terus sampai ke leher,” ujar dr. M. SOFYANTO Sp.Bs Neurosurgeon dari RS. Husada Utama pada suarasurabaya.net,Sabtu(18/10).

Tidak semua kedutan berakhir dengan spasm. Tapi, jika kedutan terjadi terus-menerus dalam sehari atau bahkan satu jam dan semakin progresif, artinya kedutan semakin lama semakin menurun ke pipi dan bibir, maka itu adalah tanda HFS. Bila semakin berat akan menggagu pandangan.

HFS akan membuat wajah seseorang merot akibat pembuluh darah yang menekan syaraf ketujuh di dalam otak tepatnya pada syaraf facialis atau motorik wajah. Penderita yang terkena HFS, akan mengalami kejang-kejang di sekitar mata, pipi dan bibir tanpa bisa ia kendalikan.

Lalu, apa pemicunya? Menurut SOFYAN, sebagian besar HFS dipicu oleh spontanitas. Tapi, stress, cemas dan kelelahan juga bisa membuat gejala kejang spontan ini lebih sering terjadi. Penderita HFS memiliki syaraf dan pembuluh darah yang normal. Karena itu, pengobatannya hanya melalui jalan operasi.

“Spasm ini nggak ada stadiumnya. Syarafnya yang keserempet, kalau makin cepat dioperasi makin baik, resikonya makin kecil. Kalau dibiarkan, makin berat makin melekat nanti sudah ada membran yang membungkus,” terang SOFYAN.

Dengan teknologi microsurgery yang semakin canggih, operasi terhadap HFS menjadi lebih mudah dilakukan dan dengan resiko kecil. SOFYAN mengatakan operasi bisa berlangsung 2-3 jam. Persiapannya sama dengan operasi yang lain. Asal tidak gangguan perdarahan dan gangguan organ dalam yang lain, operasi bisa segera dilakukan.

Sejauh ini, SOFYAN telah mengoperasi 75 orang penderita HFS. Usia mereka mulai dari 23 tahun hingga 73 tahun. Mereka, kata SOFYAN bisa sembuh seperti sedia kala. Operasi dilakukan di belakang telinga yang dilubangi 1,2 cm.

Proses terlama adalah saat mengempeskan otak kecil di bagian belakang telinga tersebut. Karena untuk menyeberang ke batang otak tempat syaraf yang menempel itu harus mengempeskan terlebih dahulu otak kecil. Setelah itu, pembuluh darah yang keserempet dilepaskan dan diberi bantalan semacam dakron.

Memang, penderita HFS yang sudah dioperasi ada kemungkinan untuk kambuh. Tapi, ini tergantung kondisi saat dioperasi.

Soal mahalnya biaya operasi, SOFYAN mengatakan karena teknologi yang canggih yang diperoleh dari Jerman. Selain itu juga karena peralatannya serba disposable (sekali pakai) untuk menjaga sterilitasnya. Namun, kata SOFYAN, dibandingkan di negara lain seperti Jepang dan Singapura, biaya operasi HFS di Indonesia lebih murah.(git/ipg, suarasurabaya.net)

New Member

Maria Sri Warni

maria-sri-warni-hfs

Nama             : Mari Sri Warni

Asal / Umur    : Surabaya / 66

Lama  Sakit    : 5 Tahun

Sisi Wajah      : Kiri

STORY

Setelah 18 Tahun, Baru Kutemukan Jalan Keluarnya

Eliya : saya mengalami kedutan sudah lama, sekitar sejak tahun 95, sudah 18 tahun – an. Awalnya hanya kedutan sedikit dan jarang – jarang di ujung mata kanan saya, semakin lama intensitasnya semakin tinggi dan itu yang saya alami sampai sebelum operasi 7 Mei 2013 kemarin.

Hal yang paling di ingat oleh Eliya (62) saat masih hidup berteman dengan spasme di wajahnya adalah suntik botox yang di lakukannya pada bulan Oktober 2012 kemarin. “saya pernah suntik botox sekali pada bulan sepuluh ketika anak saya selesai kuliah, saya pergi jakarta untuk botox”, kata Eliya saat ditanyai riwayat pengobatannya selama menderita spasme.

Read more...

Affiliation

  • Comprehensive Brain & Spine
  • Komunitas Trigeminal Neuralgia Indonesia
  • Komunitas Cervical Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
92
Tampilan bagus, isi bagus.
2
71
Tampilan bagus, isi kurang.
3
47
Tampilan kurang, isi kurang.
4
37
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

 peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

“The Soerabaja”, Games Souvenir Khas Surabaya Bikinan Mahasiswa Ubaya


sovenir-thesoerabaja 
 

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya.

Read more...

Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula


surabaya                    


Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan  aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...