Articles

jonny pasc-op1

Oleh Jonni mardizal (pasca-operasi) bersama Istrinya Augustin wardhani.

Selama sepuluh tahun Jonni Mardizal mengalami penderitaan.

Wajahnya yang merot akibat Hemifacial Spasm (HFS) membuat mentalnya down. “Jiwa saya terguncang, rasa percaya diri pun hilanng,” kata Asisten Deputi Kepemimpinan Pemuda tersebut.

Jonni menceritakan awal sakit terjadi tahun 2002 ketika masih berdinas di Kanwil Depdikbbud Prop. Jambi. Mata sebelah kanan selalu bergerak – gerak mirip orang kedutan. “Semula saya kira biasa – biasa saja, tapi saya mulai curiga mengingat intensitasnya makin sering,” kata Jonni yang ditemui di kantornya di Kementrian Pemuda dan Olahraga Jakarta, awal Juli 2012.

Ia makin cemas karena tak  hanya kedutan disusul wajahnya mulai ketarik ke belakang. Sebenarnya itu tidak menimbulkan rasa sakit tapi sangat mengurangi rasa percaya diri. “Bayangkan, presentasi di depan banyak orang, tapi pipi sebelah kanan ketarik ke belakang, sambil mata terus berkedip – kedip. Mental saya benar – benar down,” katanya mengenang.

jonny-sebelumop1
Oleh Jonni Mardizal : Beginilah wajah saya sebelum menjalani operasi.

Menyadari ada masalah, kemudian ia mencoba berobat ke berbagai dokter yang ada di Jambi, tapi tak berhasil. Bahkan, seorang dokter saaraf mengatakan ia mengalami stroke ringan sehingga harus diterapi dengan menyuntik bagian tengkuk setiap kali datang dan ini pun tak membuahkan hasil.

Di tahun 2005 beralih berobat ke dokter Jakarta. Oleh dokter saraf kemudian ia disuntik botox, ‘’tapi botox tak menyelesaikan masalah, sebab tiga bulan sekali kambuh lagi, dan harus disuntik lagi demikian seterusnya’’.

Tak berhasil di Jakarta, ia mencoba peruntungan ke Malaysia, karena ada info ada dokter yang menyembuhkan. ‘’Ternyata sama saja, di sana cuma disuntik botox juga.’’

Di tengah keputusasaan, ia dan istri berangkat umroh. Di tanah suci ia berdoa khusyu’, minta petunjuk kesembuhan. “Sebab saya yakin, sakit dan sehat itu Allah yang menentukan,” kata Jonni yang saat itu sudah pindah di Kemenpora di Jakarta.

Doa Jonni dikabulkan Tuhan, sepulang umroh, istrinya Augustin Wardhani saat ke Surabaya bertemu Pak Lilih, mantan pasien sekaligus ketua komunitas HFS. Dari sana, sang istri mendapat penjelasan soal penyembuhan yang menggunakan pembedahan di otak.

Mendapat informasi demikian, hati Jonni kembai gamang. Ia khawatir operasi itu berdampak fatal, sebab yang dioperasi berada di batang otak. “Lalu tahun 2010 saya berangkat lagi ke tanah suci, saya mohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk menjalani operasi. Alhamdulillah seteah pulang dari umroh, saya memantapkan diri operasi,” terang Jonni.

Dan ia tak bisa menyembunyikan rasa haru. Air matanya langsung meleleh saat usai operasi wajahnya kembali normal.

“Subhanallah, saya benar – benar bagai terlahir kembali,” katanya dengan nada penuh syukur. (GND)

Affiliation

  • Comprehensive Brain & Spine
  • Komunitas Trigeminal Neuralgia Indonesia
  • Komunitas Cervical Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
92
Tampilan bagus, isi bagus.
2
71
Tampilan bagus, isi kurang.
3
47
Tampilan kurang, isi kurang.
4
37
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

 peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

“The Soerabaja”, Games Souvenir Khas Surabaya Bikinan Mahasiswa Ubaya


sovenir-thesoerabaja 
 

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya.

Read more...

Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula


surabaya                    


Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan  aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...