linda gautama-hfs copy

Tujuh tahun Linda Gautama (52) menderita Hemifacial Spasm (HFS) di sisi kiri wajahnya sampai terlihat sedikit tidak sejajar dengan wajahnya yang sebelah kanan karena efek dari pengobatan botox yang pernah ia lakukan.

Gejala awal sakit yang dialami wanita asal Balikpapan ini tidak jauh berbeda dengan pasien HFS yang lain. “Awalnya hanya kedutan ringan lama – lama intensitasnya semakin sering dan merambah ke pipi dan bibir”, terang Linda.

Bagi Linda tujuh tahun abukanlah waktu yang sebentar, selama itu ia tidak pernah berhenti untuk berusaha melakukan pengobatan dari kota asalnya Balikpapan, Jakarta dan Singapura.

Wanita berusia 52 tahun ini tak pernah minder dan putus asa meskipun kedutan di sisi kiri wajahnya selalu menemaninya dalam keadaan apapun. “Saya tidak pernah malu atau minder sekalipun wajah saya bergerak – gerak karena saya yakin pasti ada jalan untuk sembuh”, jelas Linda saat ditemui tim Brain&Spine Community di kamar pasien sebelum beranjak pulang.

Berbagai pengobatan ia lakukan untuk membebaskan wajahnya dari kedutan yang tiap saat selalu muncul tanpa ia kehendaki. Dari dokter saraf di Jakarta dan Singapura ia datangi untuk memeriksakan kondisi wajahnya yang tidak pernah diam dan terlihat tenang itu, tapi usahanya ternyata belum bisa memenuhi harapannya. Kedutan di sisi kiri wajahnya masih tetap ada hanya sedikit mengurangi waktu bergeraknya saja.

Linda pun mencoba pengobatan alternative yang tidak cukup dilakukan satu kali. Ia melakukan pengobatan akupuntur atau biasa disebut dengan tusuk jarum lebih dari 300 kali tapi kedutan hanya berkurang sedikit saja. “Di Balikpapan saya tusuk jarum di Jakarta juga bahkan di Singapura pun saya juga ditusuk jarum”, ungkapnya dengan jelas.

Masih dalam tahap pengobatan kedutan Linda tak menghilang ia terus berjuang demi kesembuhannya. Ia juga melakukan botox kurang lebih sebanyak enam kali di Singapura tapi belum juga membuahkan hasil. Semua yang ia lakukan hanya bersifat sementara.

Di balik semua pengobatan Linda ternyata tiga tahun yang lalu ia pernah berobat ke dr. Sofyanto SpBS ketika itu masih di RS. Husada Utama. Meskipun sudah divonis positif HFS ia tidak mau untuk melakukan operasi sesuai yang dianjurkan oleh dokter yang berprofesi sebagai specialis bedah saraf itu. “Waktu itu saya takut kalau operasinya gagal makanya saya tidak berani untuk melakukannya”, kata Linda mengenang. “Karena ada yang mengatakan pada saya kalau kesembuhannya hanya 80 %”, lanjutnya.

Sampai pada puncak kemantapan hati akhirnya Linda memutuskan kembali kepada anjuran dokter untuk operasi. Pada 29 Januari 2013 ia dioperasi di RS. Bedah Surabaya oleh dr. Sofyanto.

“Saya sudah lega dan senang operasinya berjalan lancar meskipun kedutannya belum hilang total tapi sudah berkurang banyak intensitas pergerakannya”, tutur Linda sambil tersenyum.

Affiliation

  • Komunitas Cervical Indonesia
  • Comprehensive Brain & Spine
  • Komunitas Trigeminal Neuralgia Indonesia
Previous Next

Polling

New Website

Bagaimana pendapat anda tentang tampilan baru website ini?

1
91
Tampilan bagus, isi bagus.
2
71
Tampilan bagus, isi kurang.
3
47
Tampilan kurang, isi kurang.
4
37
Tampilan kurang, isi bagus.
5 Votes left

Surabaya Corner

 peta-surabaya

Surabaya atau lebih dikenal sebagai Kota Pahlawan dengan pertempuran heroik nya yang terjadi di tahun 1945 antara Pejuang-pejuang Arek-Arek Suroboyo melawan tentara Inggris.

Read more...

“The Soerabaja”, Games Souvenir Khas Surabaya Bikinan Mahasiswa Ubaya


sovenir-thesoerabaja 
 

Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ternyata belum memiliki souvenir yang benar – benar khas Surabaya.

Read more...

Jadi Tempat Nongkrong Anak Muda Sampai Fasilitas Manula


surabaya                    


Kota Surabaya saat ini tidak hanya dikenal dengan kebersihan dan kerapiannya saja tapi juga dikenal memiliki puluhan taman indah yang tersebar di berbagai penjuru kota. Taman yang lengkap dengan  aneka bunga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota tapi sekaligus menjadi tempat wisata bagi warga.

Read more...